Solusi Jitu Hindari Kemacetan dengan Martin Jetpack

Di Tulis Oleh Kucheng Ling


DENGAN latar belakang kemacetan yang sulit diuraikan, Martin Aircraft Company (MAC) menciptakan perangkat Jetpack untuk umum dan perangkat ini dijual bagi siapa saja yang dapat melewati sesi pelatihan internal yang diadakan oleh MAC.

Perangkat ini diklasifikasikan sebagai Ultralight, oleh karena itu tidak diperlukan surat ijin terbang FAA seperti pilot. Dan menurut pihak MAC, harga Jetpack sama seperti harga mobil maupun motor kelas high-end.

Tidak seperti namanya, Jetpack tidak menggunakan mesin jet alias hanya namanya saja, seperti kasus pada penamaan jetski. Sejatinya, Martin Jetpack menggunakan mesin dua langkah berkapasitas 2.0 liter V Four (V4) yang menggerakkan rotor kembar berbhan carbon/kevlar. Dengan dorongan sebesar 600 pound (272kg), Martin mengklaim Jetpack-nya mampu terbang dengan beban 127kg.

Lima gallon (18,9 liter) bahan bakar yang diusungnya, cukup untuk membuat Anda terbang sejauh 50,7km dalam satu arah. Mmm...Bisa dibayangkan betapa indahnya melihat pemandangan dengan Jetpack yang melayang di ketinggian 8.000 kaki atau sekitar 2.400 meter dari permukaan tanah.

Dan sepertinya, perangkat ini cocok untuk di Jakarta pada pagi hari yang kerap dengan kemacetan. Tapi sepertinya harus hati-hati, karena negeri ini tidak populer dengan penyaluran listrik di bawah tanah. Apalagi di beberapa lokasi, masih terdapat saluran udara bertegangan ekstra tinggi alias sutet.

sumber : MI