Uang Bahasyim sampai Dimakan Rayap

Di Tulis Oleh Kucheng Ling


Bahasyim Assifie memiliki puluhan karyawan yang bekerja mengurus usaha perikanan miliknya dan juga areal rumahnya seluas sekitar 10 hektar di Kampung Kebayunan, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Beberapa bekas pekerja di keluarga Bahasyim mengaku kerap digaji dengan uang kertas tunai.

Anehnya, mereka kerap menerima uang gaji itu dalam kondisi bolong-bolong seperti bekas dimakan rayap.

"Ya bolong-bolong begitu, kaya bekas digigit rayap," ungkap salah satu mantan pekerja di rumah Bahasyim yang namanya enggan disebut, Jumat (9/4/2010).|

Pria paruh baya ini mengaku sudah cukup lama bekerja untuk Bahasyim. Ia mengaku berhenti lantaran gajinya tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari. "Saya cuma dibayar Rp 200.000 per bulan," kata dia.

Hal serupa dikatakan oleh beberapa warga sekitar. Mereka yang memiliki warung kerap didatangi para karyawan Hasyim untuk sekadar jajan. "Kalau mereka habis gajian, kan jajan atau belanjanya itu di sini. Duitnya itu bolong-bolong bekas rayap. Uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000," kata dia.

Salah seorang sumber menyebutkan, Bahasyim kerap menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumahnya. Diduga, uang-uang berupa lembaran-lembaran kertas itu dimakan rayap karena disimpan terlalu lama di dalam tempat penyimpanan.

"Bisa jadi, uang-uang tunai itu disimpan terlalu lama di rumah, jadi dimakanin rayap. Makanya pada bolong-bolong begitu," kata dia.

Seperti diberitakan, Bahasyim Assifie ramai disebut-sebut terlibat dalam kasus makelar pajak. Ia dicurigai oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) karena memiliki dana senilai Rp 64 miliar di sebuah bank. John K Aziz, kuasa hukum Bahasyim, dalam klarifikasinya di Polda Metro Jaya membantah jika uang tersebut dikatakan berasal dari perkara kasus pajak.


Kompas