Tiket Murah Pesawat AirAsia 2011

Di Tulis Oleh Kucheng Ling


Tiket Murah Pesawat AirAsia 2011, Perusahaan penerbangan PT Indonesia AirAsia memastikan tidak akan ada kenaikan harga di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun, kebijakan itu ditempuh sepanjang harga minyak mentah tidak melampaui batas US$130 per barel.

"Kami mempunyai strategi, dalam setiap kenaikan US$1 harga bahan bakar, kami sudah tahu dari mana komposisi itu akan di-cover," kata Direktur Utama Indonesia AirAsia, Dharmadi, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2011.

Menurut Dharmadi, perusahaan telah menetapkan kebijakan harga acuan minyak hingga tiga bulan ke depan adalah adanya kenaikan sebesar 15-20 persen. Saat ini, harga acuan bahan bakar perseroan ditetapkan sebesar US$130 per barel. AirAsia mencatat, biaya bahan bakar menyumbang 30-35 persen terhadap biaya operasi perusahaan.

Selain menetapkan batas anggaran harga bahan bakar, perusahaan juga akan meningkatkan pendapatan dari bisnis lain seperti kargo, makanan, kursi pilihan, asuransi, dan bagasi. Bahkan, manajemen berharap pemasukan dari non tiket tersebut bisa menyumbang 80 persen pada pendapatan AirAsia. "Sehingga harga tiket masih bisa ditekan rendah," ujarnya.

AirAsia Indonesia mencatat total pendapatan sebesar Rp2,76 triliun pada 2010, atau meningkat 37 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp474 miliar, atau meningkat 351 persen dari tahun sebelumnya.

Selama 2010, tingkat keterisian (load factor) rata-rata mencapai 77 persen dengan pertumbuhan tingkat penumpang sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2010, pendapatan dari divisi ancillary seperti penjualan merchandise, paket wisata, hotel, juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Pembelanjaan ancillary per penumpang meningkat menjadi Rp123,3 ribu atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tambah Pesawat
Dharmadi melanjutkan, perseroan juga memutuskan untuk menambah jumlah armada pesawatnya sebanyak 16 unit, sehingga maskapai penerbangan murah ini bisa memiliki armada hingga 30 unit. Pada 2012, Indonesia AirAsia akan menambah empat pesawat baru.

Keputusan untuk menambah jumlah armadanya tersebut seiring rencana perusahaan untuk mengembangkan rute internasional dalam beberapa tahun ke depan dengan tujuan utama ke China dan Australia.

Untuk menghemat anggaran pembelian pesawat, menurut dia, Air Asia menempuh cara pengadaan armada melalui AirAsia Group. "Kalau membeli banyak kami akan mendapat harga yang murah dari pabrik. Bisa jadi pesawat kami akan lebih murah daripada yang Garuda (Garuda Indonesia) punya," ujar Dharmadi.


source: VivaNews