Syarat dan Prosedur Memperindah Payudara

Di Tulis Oleh Kucheng Ling


Syarat dan Prosedur Memperindah Payudara - Payudara menjadi simbol kewanitaan yang sangat berharga dan menunjang penampilan seksi. Bentuk payudara yang tidak simetris atau terlalu kecil sering menimbulkan rasa rendah diri pemiliknya.

Breast augmentation menjadi salah satu cara untuk memperbesar payudara dengan menggunakan implan payudara. Selain untuk wanita berpayudara kecil, prosedur ini juga bisa untuk memperbaiki payudara setelah menyusui atau wanita yang mengalami penurunan berat badan banyak.

Implan yang dipakai dokter biasanya adalah yang berbahan silikon dalam bentuk gel. Menurut dr.Laurentius Ariawan, Sp.BP, dari Clinique Suisse Jakarta, silikon gel memiliki banyak keunggulan.

"Bentuknya yang padat tapi lunak akan terasa seperti payudara asli. Selain itu daya tahannya cukup lama, bisa sampai 20 tahun," katanya.

Saat ini ada tiga prosedur pemasangan implan, yakni dimasukkan melalui aerola. Teknik ini hanya bisa dilakukan untuk pemasangan implan berukuran kecil, sekitar 150-200 cc. "Implannya digulung lalu dikembangkan di dalam," katanya.

Cara kedua adalah melalui ketiak. Dokter akan membuat irisan kecil di sekitar ketiak berukuran 4-5 cm. Namun cara ini tergolong sulit karena di kelenjar ketiak biasanya lebih mudah terjadi infeksi.

Cara ketiga adalah memasukkan imlan lewat bagian bawah payudara melalui bagian bawah kelenjar. Menurut dr.Ariawan, agar hasilnya lebih natural, dokter akan memasukkan implan menjauhi kelenjar.

Prosedur pemasangan implan ini memerlukan bius total, akan tetapi dalam waktu sehari biasanya pasien sudah boleh pulang dan bisa langsung beraktivitas. "Selama beberapa hari pasien sebaiknya jangan mengangkat tangan terlalu tinggi dulu," paparnya.

Seringan apa pun operasinya, tentu ada risiko yang mengintai. Karena itu pasien yang akan melakukan prosedur ini diwajibkan melakukan pemeriksaan laboratorium serta skrining penyakit. Setiap tindakan pembesaran payudara yang dilakukan juga hendaknya atas kemauan sendiri, bukan paksaan.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebaiknya pasien juga berhati-hati memilih klinik dan dokter. Pilihlah dokter yang memang memiliki kompetensi dalam bidang bedah plastik, bukan sembarang dokter, apalagi di salon pinggir jalan. (Kompas)